black.png

Aktivitas

Ba'ba

cowo kenangan 1.png
whitewhite.png

Rumah sebagai sebuah satuan dalam komunitas, menjadi latar belakang adanya ruang-ruang pada bagian utara banua Mamasa. Bagi pemilik banua, ruang-ruang di timur adalah media berdialog dirinya dengan dunia luar. Pertemuan yang bersifat formal walaupun harus diselesaikan dalam forum adat masyarakat Mamasa seringkali dilaksanakan di ba'ba, seperti pernikahan, penyelesaian perselisihan, upacara kematian, dan Iain-lain. Selain itu, ba'ba digunakan sebagai tempat makan dan tidur untuk tamu dari sang pemilik rumah. Secara fungsi, ba'ba tidak dapat ditentukan secara definit. Ba'ba murni menjadi wadah berdialog dalam tingkat individu-komunitas yang terus berkembang sejalan dengan adat masyarakat Mamasa.

5.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

3.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

whitewhite.png

Sebelum memasuki ba'ba, tamu memasuki ruang perantara yang disebut tado'. Tado' menjadi sebuah inisiasi baik secara ruang maupun prosesi. Secara ruang tado' menjadi pengantar menuju ruang terbesar yang ada di banua (ba'ba). Panjang ba'ba umumnya 2 kali panjang tado’. Tado’ menjadi inisiasi ruang bagi tamu yang baru datang dan menjaga skala ruang bagi para penggunannya sebelum mencapai ba'ba. Berbanding lurus dengan hal tersebut, secara adat tado' seringkali digunakan sebagai ruang sementara sebelum memasuki ba’ba. Saat pertama kali memasuki rumah, tamu dipersilahkan duduk di tado’, tuan rumah berhak menentukan apakah tamu dapat memasuki ba'ba atau tidak.

whitewhite.png

Pembagian ruang yang ada di dalam ba'ba dan tado' diatur oleh adat, terdapat elemen fisik yang menjadi acuan dalam pembagian ruang di dalam ba'ba. Pa'ta menjadi pembatas ruang berupa balok pembatas yang menonjol melebihi papan lantai memanjang bangunan. Pa'ta membagi pihak keluarga dan petinggi adat dalam acara adat yang dilaksanakan di ba'ba. Area pihak keluarga berhubungan langsung dengan Pollo Tambing yang memudahkan sang pemilik rumah dalam mengakses ruang ini. Secara fungsi dan aktivitas, kedua ruang tersebut tidak diperuntukan sebagai tempat kegiatan sehari hari sang pemilik rumah, akan tetapi aksesibilitas menuju ruang tersebut tetap berorientasi pada ruang-ruang privat sang pemilik rumah.

6.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua