black.png

Aktivitas dan Perkembangan Tado

cowo kenangan 1.png
whitewhite.png

Ketika Hindia Belanda menguasai Nusantara, terjadi akulturasi pada banua, sehingga tercipta elemen arsitektur baru yang disebut tado’-tado’. Tado’-tado’ merupakan sejenis teras rendah yang dibubuhkan di depan tado’. Teras rendah tersebut memiliki elevasi setara dengan lutut orang dewasa. Pada beberapa banua, tado’-tado’ memiliki pembatas yang terbuat dari kayu, sehingga rupa keseluruhannya menyerupai buritan kapal. Struktur tado’-tado’ terbuat dari kayu, sedangkan lantainya berupa papan kayu.

Ruang tado’ dan tado’-tado’ disusun oleh beberapa elemen pembentuk ruang, yaitu kolom, dinding, dan lantai. Kolom terbesar banua disebut panulakraja, yang ukuannya dapat menentukan kegagahan rupa banua. Panulakraja, bersama dengan longa, menjadi elemen-elemen penting yang membentuk tado’. Panulak dibuat dari batang kayu uru yang diperoleh dari hutan secara bergotong-royong. Dalam pembangunannya, orang Mamasa akan melalui tahap-tahap upacara yang dipimpin oleh pemimpin adat.

4.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

3.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

whitewhite.png

Ruang tado’ dan tado’-tado’ ditopang oleh kaki, yang juga menopang seluruh bagian badan banua, sehingga tidak langsung menyentuh tanah. Kaki bangunan penahan tado’-tado’ memiliki tinggi kurang lebih 50 sampai 60 cm, sedangkan kaki penahan pada tado’ dan badan banua dapat mencapai tinggi orang dewasa (1,7 sampai 2 m). Kaki banua terbagi menjadi tiga segmen atau lebih, mengikuti pembagian ruang pada badan bangunan. 

Ruang-ruang aktivitas sosial pada banua dapat terdefinisi dari elemen-elemen pelingkup fisik maupun imajiner pembentuk ruang di sekitarnya, yang juga dapat berfungsi sebagai penopang struktur bangunan. Pendefinisi ruang pada tado’ dan tado’-tado’ memiliki derajat keterbukaan yang berbeda-beda yang mempengaruhi kualitas ruang dalam segi sifat maupun fisik. Jika derajat pelingkup lebih tertutup, maka ruang akan lebih bersifat privat dan mendapat sedikit cahaya alami, sehingga kondisi visualnya akan gelap. Namun, jika derajat keterbukaannya besar, maka akan dihasilkan ruang yang bersifat publik, dengan suasana yang terang.

whitewhite.png

Menjemur Kopi dan Beristirahat
Di sekitar panulak raja dan longa, pemilik rumah dapat menjemur kopi dan padi ketika musim panen. Pada hari-hari biasa, anak-anak kerap bermain di sana, sedangkan orang dewasa beristirahat sambil mengobrol dan menyeruput kopi, yang merupakan salah satu hasil alam Mamasa. Ruang bagian atas tado’-tado’ yang mendekati atap digunakan masyarakat untuk menggantung gendang.

8.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

1.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

whitewhite.png

Menerima Tamu
Area di depan banua merupakan ruang publik, dengan itu menjadikannya identik dengan penerimaan tamu. Biasanya, setiap orang yang bertamu ke rumah akan duduk di alang (lumbung padi) sambil menunggu pemilik rumah menghampirinya. Selanjutnya, tamu akan diajak ke tado’ atau tado’-tado’. Tamu yang merupakan kerabat dapat kemudian diterima ke dalam ba’-ba’, yang merupakan ruang tengah di dalam rumah dimana tamu dapat bermalam.

whitewhite.png

Mengadakan Acara
Masyarakat Mamasa juga menggunakan halaman di sekitar teras rumahnya untuk mengakomodasi aktivitas lain, seperti kebaktian atau acara syukuran, yang seringkali mengundang seluruh warga desa. Ketika perayaan berlangsung, para tamu akan menempati ruang peralihan yang dimaksud, yakni area di antara banua dan alang, sedangkan anggota keluarga akan duduk di tado’ atau di tado’-tado’. Perayaan atau syukuran itu biasanya disimbolkan dengan pemotongan hewan ternak, biasanya babi, oleh sang pemilik rumah. Selanjutnya, hasil sembelihan dapat dijadikan hidangan utama dalam hajatan tersebut.

7.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

9.jpg

MAMASA Ekspedisi Lima Banua

whitewhite.png

Fungsi Ruang pada Kaki Tado’
Ruang pada kaki banua berfungsi sebagai kandang peliharaan, seperti kerbau, anjing, dan babi. Saat ini, kaki banua dan tado’ tidak lagi difungsikan sebagai kandang. Beberapa warga di Balla Tumuka telah mengubah ruang kaki tado’-nya menjadi tempat usaha kecil (warung). Namun, kebanyakan warga telah menggunakannya sebagai area penyimpanan alat musik gendang dan perkakas pertanian.

MAMASA Ekspedisi Lima Banua